Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat. Di wilayah kerja Puskesmas Cibeureum Kabupaten Kuningan, kasus meningkat dari 370 pada tahun 2023 menjadi 650 pada tahun 2024 atau sebesar 74,86%. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan berbasis wilayah melalui Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi pola persebaran dan faktor risiko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 650 orang dengan teknik total sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari laporan skrining Penyakit Tidak Menular yang diolah menggunakan aplikasi QGIS. Variabel penelitian meliputi jenis kelamin, usia, obesitas, aktivitas fisik, pola makan, dan riwayat merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus tersebar di delapan desa dengan jumlah tertinggi di Desa Cimara sebanyak 134 kasus (20,62%) dan terendah di Desa Sukarapih sebanyak 56 kasus (8,62%). Mayoritas penderita adalah perempuan, berusia 40–59 tahun, dan mengalami obesitas. Dengan demikian, SIG efektif digunakan untuk mendukung perencanaan intervensi kesehatan berbasis wilayah.
Copyrights © 2026