Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) pada remaja merupakan masalah kesehatan global yang meningkat secara signifikan dan berdampak pada kualitas hidup jangka panjang. Self-management menjadi komponen utama dalam pengendalian penyakit ini, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh faktor psikososial, khususnya perceived benefits dan perceived barriers. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan critical review terhadap peran manfaat yang dirasakan dan hambatan yang dirasakan sebagai determinan self-management pada remaja dengan DMT2. Metode yang digunakan adalah narative critical review terhadap artikel tahun 2021–2026 yang diperoleh dari database CINAHL, Google Scholar, PubMed Scopus. Hasil menunjukkan bahwa perceived benefits meningkatkan kepatuhan terhadap diet, aktivitas fisik, dan monitoring glukosa, sementara perceived barriers seperti stigma sosial, keterbatasan dukungan keluarga, dan beban psikologis menghambat self-management. Pembahasan mengungkap bahwa pendekatan intervensi berbasis perilaku dan dukungan keluarga sangat penting dalam meningkatkan efektivitas self-management. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi strategi untuk memperkuat manfaat yang dirasakan dan mengurangi hambatan menjadi kunci dalam meningkatkan outcome kesehatan remaja dengan DMT2.
Copyrights © 2026