Meningkatnya populasi lansia membawa tantangan pada penurunan fungsi sosial akibat isolasi dan berkurangnya interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan metode role play drama sosial terhadap peningkatan fungsi sosial lansia. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan one group pre-test post-test terhadap delapan responden di BPSTW Abiyoso, Yogyakarta, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Social Connectedness Scale (SCS) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta narasi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi sosial yang signifikan pada seluruh responden setelah diberikan intervensi selama tiga hari. Sebelum intervensi, hanya 25% responden yang berada pada kategori fungsi sosial tinggi, namun setelah intervensi proporsinya meningkat menjadi 62,5%. Sebaliknya, kategori fungsi sosial rendah menurun dari 37,5% menjadi 12,5%. Temuan ini membuktikan bahwa stimulasi psikososial yang terstruktur melalui drama sosial efektif dalam mengaktifkan kembali keterampilan komunikasi, empati, dan rasa keterhubungan sosial pada lansia. Intervensi ini direkomendasikan sebagai model keperawatan gerontik yang inovatif dan efisien untuk diterapkan di panti sosial maupun komunitas.
Copyrights © 2026