Latar Belakang: Kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC) merupakan salah satu indikator penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan janin. Rendahnya kepatuhan kunjungan ANC dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan yang tidak terdeteksi secara dini. Pelayanan Antenatal Care pada ibu hamil ini harus memenuhi standar minimal 6x pemeriksaan kehamilan dan 2x pemeriksaan oleh dokter di kunjungan ke-1 di trimester 1 serta kunjungan ke-5 di trimester 3 dengan ketentuan minimal 1x di trimester 1 dengan kehamilan usia di 0-12 minggu, 2x trimester 2 dengan kehamilan usia di 12-24 minggu, dan 3x di trimester 3 dengan kehamilan usia di 24 minggu sampai menjelang persalinan). Pelayanan tersebut dapat berupa deteksi dini faktor risiko kehamilan, pencegahan dan penanganan dini komplikasi selama kehamilan (Permenkes No 21, tahun 2021). Tujuan: . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor umur, pendidikan, paritas, jarak pelayanan kesehatan, dan status sosial ekonomi dengan kepatuhan kunjungan ANC di Puskesmas Sriwijaya Mataram Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, dilakukan pada bulan November-Desember 2025 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Sriwijaya Mataram, dengan jumlah sampel sebanyak 144 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam melakukan kunjungan ANC, yaitu sebanyak 76 orang (52,8%), sedangkan yang patuh sebanyak 68 orang (47,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu (p-value = 0,449), pendidikan (p-value = 0,449), paritas (p-value = 0,325), jarak pelayanan kesehatan (p-value = 0,636), dan status sosial ekonomi (p-value = 0,636) dengan kepatuhan kunjungan ANC, karena seluruh nilai p-value lebih besar dari 0,05. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor yang berhubungan secara signifikan (umur,pendidikan, paritas, status sosial ekonomi dan jarak pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Sriwijaya Mataram. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan pendekatan promotif secara menyeluruh kepada seluruh ibu hamil tanpa membedakan karakteristik tertentu, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam melakukan kunjungan ANC secara rutin.
Copyrights © 2026