This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Ezzy Gapmelezy
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Puskesmas Sriwijaya Mataram Lampung Tengah Putri Parlita; Ezzy Gapmelezy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57954

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC) merupakan salah satu indikator penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan janin. Rendahnya kepatuhan kunjungan ANC dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan yang tidak terdeteksi secara dini. Pelayanan Antenatal Care pada ibu hamil ini harus memenuhi standar minimal 6x pemeriksaan kehamilan dan 2x pemeriksaan oleh dokter di kunjungan ke-1 di trimester 1 serta kunjungan ke-5 di trimester 3 dengan ketentuan minimal 1x di trimester 1 dengan kehamilan usia di 0-12 minggu, 2x trimester 2 dengan kehamilan usia di 12-24 minggu, dan 3x di trimester 3 dengan kehamilan usia di 24 minggu sampai menjelang persalinan). Pelayanan tersebut dapat berupa deteksi dini faktor risiko kehamilan, pencegahan dan penanganan dini komplikasi selama kehamilan (Permenkes No 21, tahun 2021). Tujuan: . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor umur, pendidikan, paritas, jarak pelayanan kesehatan, dan status sosial ekonomi dengan kepatuhan kunjungan ANC di Puskesmas Sriwijaya Mataram Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, dilakukan pada bulan November-Desember 2025 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Sriwijaya Mataram, dengan jumlah sampel sebanyak 144 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam melakukan kunjungan ANC, yaitu sebanyak 76 orang (52,8%), sedangkan yang patuh sebanyak 68 orang (47,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu (p-value = 0,449), pendidikan (p-value = 0,449), paritas (p-value = 0,325), jarak pelayanan kesehatan (p-value = 0,636), dan status sosial ekonomi (p-value = 0,636) dengan kepatuhan kunjungan ANC, karena seluruh nilai p-value lebih besar dari 0,05. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor yang berhubungan secara signifikan (umur,pendidikan, paritas, status sosial ekonomi dan jarak pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Sriwijaya Mataram. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan pendekatan promotif secara menyeluruh kepada seluruh ibu hamil tanpa membedakan karakteristik tertentu, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam melakukan kunjungan ANC secara rutin.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK)Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Kota Metro Dewi Sarini; Ezzy Gapmelezy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58559

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang penting karena dapat memengaruhi pertumbuhan, kesehatan reproduksi, serta kualitas generasi mendatang. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami KEK akibat peningkatan kebutuhan gizi, pola makan yang tidak seimbang, aktivitas fisik, serta persepsi body image yang kurang tepat. Berdasarkan studi pendahuluan di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Kota Metro, masih ditemukan remaja putri dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) < 23,5 cm yang menunjukkan adanya KEK.Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan, aktifitas fisik dan persepsi body dengan kejadian KEK pada remaja putri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Kota Metro tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Kota Metro sebanyak 58 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data variabel dependent dengan pengukuran LILA dengan pita ukur dengen ketelitian 0,1 cm, independent pengetahuan , aktifitas fisik dan persepsi body image menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05.Hasil Peneltian :Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 19 responden (32,8%) mengalami KEK dan 39 responden (67,2%) tidak mengalami KEK. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang, aktivitas fisik berat, dan persepsi body image negatif. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian KEK (p-value = 0,000), aktivitas fisik dengan kejadian KEK (p-value = 0,000), dan persepsi body image dengan kejadian KEK (p-value = 0,000).Kesimpulan:Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, aktivitas fisik, dan persepsi body image dengan kejadian KEK pada remaja putri. Diharapkan remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang, menjaga pola makan yang sehat, serta memiliki persepsi body image yang positif guna mencegah terjadinya KEK.