Rekam Medik Elektronik (RME) telah menjadi tren global dalam pelayanan kesehatan, menawarkan potensi untuk meningkatkan efisiensi, keamanan data, dan kualitas pelayanan. RME mempermudah penelusuran dan pengiriman informasi, membuat penyimpanan lebih ringkas, dan mempercepat akses data pasien. Sistem ini menyimpan data dalam kapasitas besar, memungkinkan tenaga medis untuk memiliki catatan riwayat kesehatan pasien yang komprehensif, yang penting untuk tindakan medis yang tepat dan menghindari kesalahan medis. Namun, implementasi RME juga dapat menghadirkan tantangan dan hambatan dalam penerapannya. Penelitian ini untuk mengeksplorasi, proses penerapan rekam medis elektronik di puskesmas Kema. Metode penelitian menggunakan studi kasus eksploratif dengan teknik pengumpulan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 6 petugas kesehatan Puskesmas Kema. Proses engumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, lembar obervasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan RME di Puskesmas Kema dilakukan dengan beberapa tahapan dimulai dari pelatihan, sosialisasi, pendampingan, implementasi, serta evaluasi dan pemeliharaan. Perawat sebagai salah satu tim yang bertanggungjawab dalam penerapan RME seperti melakukan anamnesa dan dokumentasi, pemberian edukasi kepada pasien, dan memberikan masukan untuk pengembangan sistem. Puskesmas Kema juga menghadapi berbagai tantangan seperti kendala teknis dan infrastruktur, kurangnya pelatihan dan dukungan, dampak pada alur kerja dan efisiensi, perubahan dalam interaksi perawat-pasien, dan kebutuhan pengembangan fitur RME. Puskesmas Kema telah melakukan berbagai strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan dengan cara pendampingan dan bimbingan intensif, pembelajaran mandiri dan kolaborasi, strategi mengatasi kendala teknis dan infrastruktur, kembali ke sistem manual (sementara), komunikasi dan pendekatan pasien. Penerapan RME memiliki dampak positif (efisiensi waktu, kemudahan akses dan pelaporan, penghematan sumber daya, keamanan data) dan negatif (Pelayanan tidak efisien karena kendala dan Komunikasi tidak efektif). Kesimpulan penerapan RME dapat meningkatkan efisiensi pelayanan pasien di Puskesmas, namun perlu memperhatikan berbagai kendala teknis dan infrastrukur yang menjadi kendala utama.
Copyrights © 2026