Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan diri (self-care) optimal untuk mencegah komplikasi, khususnya pada lansia. Namun, penelitian mengenai peran nilai budaya dalam membentuk perilaku self-care pada komunitas etnis tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai dan norma budaya Batak Toba dalam perawatan diri lansia dengan diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain ethnonursing yang mengintegrasikan Culture Care Theory dan Goal Attainment Theory. Sebanyak 15 informan dipilih secara purposive di wilayah kerja Puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan thematic analysis. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) penggunaan herbal tradisional dan praktik penyembuhan budaya, (2) pengaruh kepercayaan spiritual terhadap keputusan kesehatan, (3) peran keluarga dalam sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu, dan (4) norma budaya yang memengaruhi pola makan, kepatuhan pengobatan, dan interaksi sosial. Nilai budaya tersebut membentuk perilaku self-care lansia secara holistik. Penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan diri lansia Batak Toba bersifat multidimensional dan berbasis budaya. Oleh karena itu, intervensi keperawatan yang sensitif budaya dan berbasis keluarga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan diabetes dan pencegahan komplikasi. Kata kunci: Diabetes melitus, self-care, budaya Batak Toba, lansia, ethnonursing
Copyrights © 2026