Kualitas air sumur di kawasan pesisir merupakan isu krusial mengingat tingginya risiko degradasi akibat aktivitas antropogenik dan intrusi air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status mutu air sumur di Pondok Tahfidz Papua Madani, Muara Tami, Jayapura menggunakan metode Weight Arithmetic Water Quality Index (WA-WQI). Pengambilan sampel dilakukan pada dua musim berbeda, yaitu musim hujan (Februari dan Maret 2025) dan musim kemarau (Juli dan Agustus 2025) untuk mengidentifikasi variasi temporal kualitas air. Analisis dilakukan terhadap 12 parameter meliputi parameter fisika (suhu, TDS, kekeruhan, warna), kimia (pH, nitrat, nitrit, Cr6+, Fe, Mn), dan biologi (total coliform dan fecal coliform). Hasil menunjukkan nilai WA-WQI berkisar antara 51,57 hingga 74,91 dengan kategori 'Good' pada seluruh periode sampling. Terdapat penurunan nilai WA-WQI yang signifikan dari musim hujan (69,91) ke musim kemarau (53,43), mengindikasikan perbaikan kualitas air sebesar 23,6%. Total Dissolved Solids (TDS) memberikan kontribusi paling signifikan terhadap nilai WA-WQI dengan konsentrasi berkisar 788-1.564 mg/L, melebihi baku mutu 300 mg/L pada seluruh periode sampling. Temuan paling kritis adalah kontaminasi mikrobiologi yang persisten dengan total coliform 645-791 CFU/100 mL dan fecal coliform 126-234 CFU/100 mL, jauh melebihi standar 0 CFU/100 mL. Meskipun nilai WA-WQI mengindikasikan kategori 'Good', keberadaan kontaminasi mikrobiologi dan TDS tinggi menunjukkan bahwa air sumur tidak layak dikonsumsi secara langsung tanpa pengolahan.
Copyrights © 2026