Model pembelajaran Sinektik menjadi alternatif inovatif dalam pendidikan agama yang menekankan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berpikir metaforis untuk memperdalam pemahaman nilai-nilai Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan keunikan model Sinektik serta membandingkannya dengan model pembelajaran konvensional dan modern seperti Inkuiri dan Problem Based Learning (PBL), sekaligus mengidentifikasi tantangan implementasi serta peluang adaptasinya di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah artikel ilmiah dari jurnal bereputasi yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sinektik unggul dalam mengembangkan daya imajinasi dan pemaknaan nilai, sementara tantangan utamanya terletak pada kurangnya pelatihan guru, kebiasaan berpikir literal siswa, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Di sisi lain, era digital membuka peluang baru melalui integrasi media visual, platform digital, dan teknologi berbasis AI untuk memperkuat dimensi spiritual dan kreatif siswa. Kesimpulannya, Sinektik berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam pembelajaran PAI yang lebih reflektif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Copyrights © 2025