Kelompok pengajian rutin di Desa Batuputih, Sumenep, Madura berperan sebagai sarana pembinaan keagamaan bagi masyarakat pedesaan. Pengajian ini membantu jamaah memahami ajaran Islam melalui pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat, mencakup aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai keislaman dalam aktivitas pengajian serta perannya dalam membentuk sikap religius masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi deskriptif, melibatkan observasi dan wawancara mendalam dengan ustaz, pengurus pengajian, serta jamaah sebagai sumber data primer, serta dokumen, masyarakat non angggota dan literatur terkait sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian berfungsi sebagai ruang pembelajaran nonformal yang mengintegrasikan penyampaian materi, praktik ibadah, dan interaksi sosial, sehingga menumbuhkan kedisiplinan beribadah, kesadaran spiritual, dan kepedulian sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus terhadap pengajian rutin masyarakat pedesaan yang menekankan pembinaan nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui kelompok ibu rumah tangga sebagai agen perubahan religius di lingkungan keluarga dan sosial. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa pendidikan Islam berbasis komunitas mampu menanamkan nilai keagamaan secara terpadu, tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan perilaku, serta menawarkan model pembinaan religius yang relevan dan berkelanjutan untuk masyarakat pedesaan
Copyrights © 2026