Pertambangan yang diperoleh pelaku pasar dan para investor. Hal ini tercermin dari harga saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2008 cenderung memiliki tren yang menurun. Industri pertambangan memiliki potensi yang sangat besar karena Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan hasil bumi. Semakin menurunnya perolehan return saham menunjukkan adanya masalah dalam kinerja fundamental perusahaan emiten pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE dan PER serta return saham emiten pertambangan belum menunjukkan hasil yang memuaskan meski pada tahun 2007 kinerja emiten pertambangan masih lebih baik dari pada tahun 2008. Kemudian pengaruh rasio ROE dan PER terhadap return saham secara bersama-sama sebesar 17,18%, kecilnya pengaruh tersebut terjadi karena pengaruh krisis pada tahun 2008. Emiten pertambangan agar meningkatkan modal dalam rangka perolehan laba karena rasio ROE dan PER merupakan indikator yang diperhatikan oleh investor dalam keputusan investasinya. Selain itu jika emiten tambang juga memiliki permodalan yang kuat, maka akan dapat bertahan di dalam situasi krisis yang terjadi. Emiten tambang juga diharapkan dapat mencari pasar baru agar tidak selalu tergantung dengan pasar utamanya yang tengah mengalami krisis.
Copyrights © 2009