cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
AI utilization training in creating interactive learning media for teachers Masharyono Masharyono; Agus Rahayu; Syamsul Hadi Senen; Ratih Hurriyati
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.3

Abstract

Most teachers do not yet have direct experience using Artificial Intelligence (AI) in the classroom. This workshop aims to provide teachers with knowledge and practical skills for using AI to create interactive, innovative learning materials. This training focuses on using AI to create more creative learning materials in response to the challenges of digital transformation in education in Kepulauan Seribu. The training methods include presenting materials, demonstrating the use of various AI platforms, and hands-on practice in designing AI-based learning materials. Through this training, teachers gain new insights into AI's potential as an effective, efficient, and engaging learning tool. Evaluation results indicate that a small portion of participants were already familiar with and using AI technology, but the majority of teachers had not yet optimized its use in classroom learning. This community service activity can enhance teachers’ digital competencies and encourage the creation of creative, inspiring, and student-centered learning media in the digital age, thereby positively impacting the quality of the teaching and learning process.   Abstrak Sebagian besar guru belum memiliki pengalaman langsung dalam menggunakan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis kepada para guru terkait pemanfaatan AI dalam pembuatan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Pelatihan ini mengangkat tema pemanfaatan ai untuk mewujudkan media pembelajaran yang lebih kreatif sebagai respons terhadap tantangan transformasi digital di bidang pendidikan di Kepulauan Seribu. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan berbagai platform AI, serta praktik langsung dalam merancang media pembelajaran berbasis AI. Melalui pelatihan ini, para guru memperoleh wawasan baru mengenai potensi AI sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian kecil peserta telah mengenal dan memanfaatkan teknologi AI, namun mayoritas guru belum mengoptimalkannya dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan kompetensi digital guru serta mendorong terciptanya media pembelajaran yang kreatif, inspiratif, dan sesuai dengan kebutuhan murid di era digital, sehingga berdampak positif pada peningkatan kualitas proses belajar-mengajar. Kata Kunci: artificial intelligence; kompetensi guru; media pembelajaran; pengabdian kepada masyarakat
Empowering teachers in the Kepulauan Seribu through innovation-based learning strategies Puspo Dewi Dirgantari; Raden Dian Herdiana Utama; Masharyono Masharyono; Lili Adi Wibowo; Yusuf Murtadlo; Ery Adam Primaskara; Bambang Widjajanta; Girang Razati; B. Lena Nuryanti; Mazaya Izzatur Rahim
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89953

Abstract

Education in remote island regions, such as the Kepulauan Seribu, faces unique challenges due to geographical isolation, limited infrastructure, and unequal access to technology, creating disparities in learning quality compared to urban areas. Teachers in this region often lack access to professional development programs. This community service (PkM) program was designed to improve the competence of 15 teachers (Elementary, Junior, Senior High) in implementing creative and innovative learning strategies adapted to the local context. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program involved five stages: needs identification, innovative model design (including blended learning and project-based learning), intensive training via workshops and micro-teaching, implementation, and mentoring and evaluation. The results showed that teachers became more confident in utilizing available simple technology and were able to design contextual learning strategies based on local potential, such as marine ecosystems or tourism. Teachers also successfully applied interactive methods to increase student engagement and found the mindful, meaningful, joyful learning approach highly suitable for creating a positive classroom atmosphere. This program concludes that strengthening teacher capacity through adaptive strategies effectively enhances competence and offers a replicable educational empowerment model for other remote (3T) regions.   Abstrak Pendidikan di wilayah kepulauan terpencil seperti Kepulauan Seribu menghadapi tantangan khas berupa isolasi geografis, infrastruktur terbatas, dan kesenjangan akses teknologi, yang berdampak pada disparitas kualitas pembelajaran dibandingkan daerah perkotaan. Guru di wilayah ini seringkali memiliki keterbatasan akses terhadap program pengembangan profesional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi 15 guru (SD, SMP, SMA) dalam menerapkan strategi pembelajaran kreatif dan inovatif yang disesuaikan dengan konteks lokal. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) , program ini dilaksanakan melalui lima tahap: identifikasi kebutuhan, perancangan model inovatif (mencakup blended learning dan project-based learning), pelatihan intensif melalui workshop dan micro-teaching, implementasi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru menjadi lebih percaya diri memanfaatkan teknologi sederhana yang tersedia dan mampu merancang pembelajaran kontekstual berbasis potensi lokal, seperti ekosistem laut atau pariwisata. Guru juga berhasil menerapkan metode interaktif untuk meningkatkan keterlibatan murid, serta menilai pendekatan mindful, meaningful, joyful learning sangat sesuai untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Program ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas guru melalui strategi adaptif efektif meningkatkan kompetensi dan menawarkan model pemberdayaan pendidikan yang dapat direplikasi di daerah 3T lainnya. Kata Kunci: Bauran pembelajaran; pembelajaran kontekstual; pemberdayaan guru; pendidikan daerah terpencil; pengabdian kepada masyarakat; strategi pembelajaran inovatif.
Microsoft Word and PowerPoint training to improve SKB Learners' digital literacy Defitroh Chen Sami’un; Maria Emilia Bita; Frederi Kristino Sele; Martinus Carlos; Eutropia Enselily Etny
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.5

Abstract

Participants’ limited ability to operate essential office applications that support the learning process in non-formal education. This community service (Pengabdian kepada Masyarakat or PkM) activity aims to enhance participants' digital competencies in the Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) through basic training in Microsoft Word and PowerPoint. The training was conducted over two days and involved participants from the Paket B (equivalent to junior high school) and Paket C (equivalent to senior high school) programs. The methods used included material delivery, demonstrations, guided practice, and independent exercises. The material focused on using basic Word features to create official documents and PowerPoint to create simple, effective presentations. The training results showed that participants were able to apply the basic features of both applications independently. Participants gave positive feedback on the training and reported improved skills and confidence in using Microsoft Word and PowerPoint. Additionally, their confidence and motivation to learn about and use digital technology increased significantly. These findings indicate that structured basic computer training is an effective strategy for strengthening participants’ digital competencies in a non-formal educational setting. The implementation of systematic, application-based methods further ensures tangible and sustainable skill transfer, thereby supporting the learning process at the SKB more effectively.   Abstrak Keterbatasan kemampuan warga belajar dalam mengoperasikan aplikasi perkantoran esensial yang mendukung proses pembelajaran pendidikan nonformal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital warga belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) melalui pelatihan dasar Microsoft Word dan PowerPoint. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan warga belajar Program Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA). Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, serta latihan mandiri. Materi menitikberatkan pada penggunaan fitur dasar Word untuk pembuatan dokumen resmi dan PowerPoint untuk menyusun presentasi sederhana yang efektif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa warga belajar mampu mengaplikasikan fitur dasar kedua aplikasi secara mandiri. Warga belajar memberikan penilaian positif terhadap pelatihan dan menyatakan peningkatan keterampilan serta kepercayaan diri dalam menggunakan Microsoft Word dan PowerPoint. Selain itu, kepercayaan diri dan motivasi belajar mereka dalam memanfaatkan teknologi digital meningkat secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan komputer dasar yang terstruktur merupakan strategi efektif untuk memperkuat kompetensi digital warga belajar di lingkungan pendidikan nonformal. Penerapan metode aplikatif yang sistematis turut memastikan transfer keterampilan yang nyata dan berkelanjutan, sehingga mendukung proses pembelajaran di SKB secara lebih optimal. Kata Kunci: literasi digital; Microsoft Word; Microsoft PowerPoint; pelatihan komputer; pemelajar SKB
Zero-waste strategy through the empowerment of PKK Ecomitra Wage Sidoarjo in sustainable waste Ersyzario Edo Yunata; Rico Ramadhan; Gunawan Setia Prihandana; Evi Suaebah
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.6

Abstract

The increasing volume of household waste in densely populated residential areas is a major challenge for urban environmental management. Limited waste management systems and low household-level waste-sorting practices lead to the accumulation of organic waste, which could cause environmental pollution. Therefore, a sustainable waste management strategy based on community participation is needed. This community service program aims to implement and evaluate a zero-waste strategy by empowering the PKK Ecomitra group in Wage Village, Sidoarjo, through the use of appropriate technologies, including a Dekomposer Dua Sisi (Dedisi) and biopore holes, for processing household organic waste. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach that actively involved partners in planning, socialization, training, technology application, and evaluation. Evaluation was conducted through pretest and posttest methods on 15 indicators of participant knowledge and attitudes. The results showed a significant increase in understanding of the fermentation process, waste sorting skills, awareness of the zero-waste concept, and the use of biopore holes. The overall program achievement rate exceeded 80 percent of the set target. These results indicate that a zero-waste strategy based on collective community decisions and the application of simple technologies is effective in increasing household waste management capacity and behavior, and in supporting the achievement of SDGs 12 and 13.   Abstrak Peningkatan volume sampah rumah tangga di kawasan permukiman padat penduduk menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Keterbatasan sistem pengelolaan sampah dan rendahnya praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menyebabkan akumulasi sampah organik yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi strategi zero waste melalui pemberdayaan kelompok PKK Ecomitra di Desa Wage, Sidoarjo, dengan memanfaatkan teknologi tepat guna berupa dekomposer dua sisi (Dedisi) dan lubang biopori untuk pengolahan sampah organik rumah tangga. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif dalam tahap perencanaan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui metode pretest dan posttest terhadap 15 indikator pengetahuan dan sikap peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman proses fermentasi, keterampilan pemilahan sampah, kesadaran terhadap konsep zero waste, serta pemanfaatan biopori. Tingkat capaian program secara keseluruhan melebihi 80 persen dari target yang ditetapkan. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi zero waste berbasis keputusan kolektif masyarakat dan penerapan teknologi sederhana efektif dalam meningkatkan kapasitas dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga serta mendukung pencapaian SDGs 12 dan SDGs 13. Kata Kunci: Dedisi; pemberdayaan masyarakat; PKK Ecomitra; zero waste
Training on pricing, profit, and packaging Dian Kristawati product, in Kemoning Bali Purwaningtyas Kusumaningsih; Ni Made Erpia Ordani Astuti; Rai Gina Artaningrum
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.7

Abstract

The Dian Kristawati women's group, located in Kemoning Village, Klungkung, Bali, has developed processed okara products in various forms, including chips, cakes, brownies, cookies, and nuggets. No other okara-based products are being sold in Klungkung Regency, so the partners aim to create packaging labels that provide information and identify the uniqueness of okara products, thereby increasing awareness and sales. This service aims to assist in creating labels for the five partner products and in adapting them to the partners' wishes and conditions. The methods used in this project are participatory, involving partners in creating the packaging labels, as well as qualitative and quantitative methods, namely determining partners' preferences for product labeling based on interview results to identify their needs. Technology development involved assisting with using the Canva program to create packaging labels for partner products. As a result of this community service, the partners now have five packaging labels containing information about the uniqueness of the products, the identity of the partners with the name Dian Kristawati Tresna Asih Klungkung, and the partners' contact details and social media addresses, which contain information about the production and types of okara products.    Abstrak Kelompok wanita Dian Kristawati berlokasi di Desa Kemoning, Klungkung Bali memiliki pengembangan produk olahan okara berupa keripik, bolu, brownies, kukis dan nuget. Penjualan produk di kabupaten Klungkung berbahan okara belum ada yang membuat olahan serupa, oleh karena itu mitra ingin membuat label kemasan yang dapat memberikan informasi dan identitas tentang kekhasan produk olahan okara supaya dapat dikenal dan meningkatkan penjualan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan dalam membuat label kelima produk mitra dan disesuaikan dengan keinginan serta kondisi mitra. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah partisipatif dengan melibatkan mitra dalam membuat label kemasan, kualitatif dan kuantitatif yaitu mengetahui keinginan mitra tentang kebutuhan labeling produk berdasarkan hasil wawancara untuk mengetahui kebutuhan mitra. Pengembangan teknologi dengan memberikan pendampingan penggunaan program Canva dalam membuat label kemasan produk mitra. Hasil dari pengabdian ini mitra memiliki lima label kemasan berisikan informasi kekhasan produk, identitas mitra dengan nama Dian Kristawati Tresna Asih Klungkung dan kontak serta alamat media sosial mitra didalamnya berisikan tentang informasi pembuatan, dan jenis olahan okara. Kata Kunci: identitas produk; informasi produk label; kemasan
Journal review mentoring as an improvement in postgraduate students' competency in critical journal analysis Anye Widuri; Nurul Jannah Lailatul Fitria
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.86695

Abstract

Students enrolled in higher education institutions are obligated to adhere to the Tri Dharma of Higher Education. Higher Education is a place that produces research and scientific development of the highest potential and excellence. Students are required to possess skills in conducting research, analyzing data, compiling scientific papers, and publishing their findings. In particular, postgraduate students are not only needed to create scientific documents but must also possess the expertise to review journals and books. S2 students who have received knowledge related to the preparation of scientific papers and publications need new knowledge and techniques associated with the scope of scientific articles. One of the things needed is knowledge about journal reviews. The purpose of this study is to enhance graduate students' understanding and expertise in conducting thorough and effective journal reviews. Automatically increase understanding and expertise in writing and publishing scientific journals with a reputable national and international scope. Community service activities, such as assisting with scientific journal reviews, are conducted to enhance the competence of graduate students in critically analyzing scientific journals. The results of questionnaires and interviews showed that partners experienced changes and increased understanding related to journal review. All partners agree to gradual and continuous assistance.   Abstrak Mahasiswa dalam naungan perguruan tinggi wajib dan harus patuh dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi menjadi wadah yang menghasilkan bentuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang memiliki potensi dan unggul. Mahasiswa dituntut keterampilan dalam melakukan penelitian, menganalisa, menyusun karya ilmiah, dan mempublikasikan. Khususnya pada mahasiswa pascasarjana tidak hanya dituntut untuk membuat karya ilmiah namun harus memiliki keahlian untuk melakukan review jurnal dan buku. Mahasiswa S2 yang pernah menerima ilmu terkait penyusunan karya ilmiah dan publikasi membutuhkan ilmu dan teknik baru terkait lingkup artikel ilmiah. Salah satu yang dibutuhkan pengetahuan tentang review jurnal. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman dan keahlian mahasiswa pascasarjana dalam melakukan review jurnal dengan tepat. Secara otomatis meningkatkan pemahaman dan keahlian dalam menulis dan mempublikasi jurnal ilmiah dilingkup nasional dan internasional bereputasi. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan review jurnal ilmiah dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kompetensi mahasiswa pascasarjana dalam melakukan analisis kritis terhadap jurnal ilmiah. Pada hasil kuesioner dan wawancara menunjukkan mitra mengalami perubahan dan peningkatan pemahaman terkait review jurnal. Seluruh mitra setuju adanya pendampingan yang bertahap dan berkelanjutan. Kata Kunci: analisis kritis; kompetensi; review jurnal
Innovative electrotherapy for low back pain management in health centers Soegianto Soelistiono; Suryani Dyah Astuti; Khusnul Ain; Riries Rulaningtyas; Suhariningsih Suhariningsih; Winarno Winarno
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.88671

Abstract

Low Back Pain (LBP) is a common musculoskeletal complaint among the elderly, primarily due to static posture or poor ergonomics. At the primary care level, such as community health centers (puskesmas), LBP management often faces challenges, including limited equipment and low understanding among healthcare workers regarding electrical therapy technologies. This community service activity aimed to enhance the capacity of basic physiotherapy services in primary care facilities by conducting technological training and providing innovative electrostimulator devices based on magnetic electrodes. The implementation methods included education on the basic principles of body electricity and the device’s functionality, hands-on workshops for participants on device usage and electrode placement, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding of the device’s working principles and operational procedures. The response to the device’s use was highly positive, and the electrostimulator has begun to be integrated into basic physiotherapy services at Puskesmas Teja. This activity proves that collaboration between applied education and technological innovation can strengthen the capacity of primary care services to manage LBP effectively and safely, particularly in the elderly population.   Abstrak Nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi pada lansia, terutama akibat postur statis atau ergonomi yang buruk. Pada tingkat pelayanan primer seperti puskesmas, penanganan LBP sering menghadapi kendala berupa keterbatasan alat dan rendahnya pemahaman tenaga kesehatan terhadap teknologi terapi listrik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan fisioterapi dasar di fasilitas pelayanan primer melalui pelatihan teknologi dan pemberian alat elektrostimulator inovatif berbasis elektroda magnetik. Metode pelaksanaan meliputi edukasi prinsip dasar listrik tubuh dan fungsi alat, pelatihan langsung penggunaan dan pemasangan elektroda, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap prinsip kerja dan prosedur operasional alat. Respons terhadap penggunaan alat sangat positif dan alat elektrostimulator mulai diintegrasikan ke dalam layanan fisioterapi dasar di Puskesmas Teja. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pendidikan terapan dan inovasi teknologi mampu memperkuat kapasitas layanan primer dalam menangani LBP secara efektif dan aman, terutama pada populasi lansia. Kata kunci: elektroda magnetik; elektrostimulator; fisioterapi primer; nyeri punggung bawah 
Empowering Sunten Jaya Village through interdisciplinary student synergy in community service Indra Permana; Vivi Yantri; Isyfi Hadaina Yutikasari; Juni Ardiansyah; Ahmad Yoga Pratama; Annisa Firdaus; Asep Kusnadi
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.88463

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) is a program that is an integral part of the Tri Dharma Perguruan Tinggi, aimed at fostering social awareness and student responsibility toward community issues. This study examines the effectiveness of an interdisciplinary collaborative approach by Al Ghifari University’s KKN students in empowering the community of Kampung Patrol, Sunten Jaya Village, Lembang, West Bandung. Guided by the philosophy "Small Steps, Big Impact," students from seven disciplines (Public Administration, Pharmacy, Management, English Literature, Information Systems, Informatics Engineering, and Agricultural Technology) implemented five key programs: agricultural innovation, MSME and entrepreneurship development, English education, health data collection and services, and village digitalization. Using a qualitative descriptive approach with a Participatory Action Research (PAR) paradigm, the study emphasized active community involvement throughout program implementation. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and program documentation. Results indicate that multidisciplinary synergy creates holistic and sustainable solutions addressing real community needs, fostering progress toward a more advanced, independent, and prosperous village. The program’s success was supported by community enthusiasm and collaboration with various stakeholders.   Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan membentuk kepekaan sosial dan tanggung jawab mahasiswa terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Artikel ini membahas efektivitas pendekatan kolaboratif lintas disiplin ilmu mahasiswa KKN Universitas Al Ghifari dalam pemberdayaan masyarakat di Kampung Patrol, Desa Sunten Jaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Melalui filosofi "Langkah Kecil, Dampak Besar", mahasiswa dari tujuh program studi (Administrasi Negara, Farmasi, Manajemen, Sastra Inggris, Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan Teknologi Pertanian) mengimplementasikan lima program utama: inovasi pertanian, pengembangan UMKM dan kewirausahaan, pendidikan bahasa Inggris, pendataan dan pelayanan kesehatan, serta digitalisasi desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat sepanjang implementasi program. Penelitian melibatkan kolaborasi mahasiswa dari program studi Administrasi Negara, Farmasi, Manajemen, Teknologi Pertanian, Sastra Inggris, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi program selama periode pelaksanaan KKN. Hasilnya menunjukkan bahwa sinergi multidisiplin mampu menciptakan solusi holistik dan berkelanjutan yang menjawab kebutuhan riil masyarakat, serta menanamkan benih-benih perubahan menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Keberhasilan program ini didukung oleh antusiasme masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kata Kunci: KKN; lintas disiplin; pemberdayaan desa; pengabdian masyarakat
Operational budgeting as a planning tool in MSME “Pempek Cek Nabila” Rafelda Rizky Amanda; M. Yusuf; Marieska Lupikawaty
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89164

Abstract

This study aims to prepare an operational budget as a tool for profit planning at MSME Pempek Cek Nabila. The background of this research is based on the lack of budgeting practices within the business, which causes the owner to struggle in accurately determining the actual profit earned. This research employs a descriptive quantitative method, collecting data through interviews, direct observation, and documentation. The budget is prepared using historical data on sales, production, and operational costs from 2022 to 2024. The results indicate that by compiling budgets for sales, production, raw materials, direct labor, factory overhead, Cost of Goods Sold (COGS), and operational expenses, the business can project net profits more precisely. In 2025, Pempek Cek Nabila is projected to earn a net profit of IDR 15,978,592 from small-sized pempek and IDR 5,599,737 from kapal selam pempek. Therefore, the profit and loss budget serves as an essential tool for profit planning, cost control, and more measurable and efficient strategic decision-making. Furthermore, the budget serves as a cost control tool that helps minimize inefficiencies and as a decision support instrument, providing a rational basis for sales strategies and investment planning.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyusun anggaran operasional sebagai alat perencanaan laba pada UMKM Pempek Cek Nabila. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum optimalnya penerapan sistem anggaran dalam operasional usaha dan kurangnya pencatatan penjualan, sehingga pemilik usaha kesulitan dalam menentukan laba yang diperoleh secara pasti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Anggaran disusun berdasarkan data historis penjualan, produksi, serta biaya operasional selama tiga tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penyusunan anggaran penjualan, produksi, bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, HPP dan biaya operasional, UMKM dapat memproyeksikan laba bersih secara lebih akurat. Pada tahun 2025, Pempek Cek Nabila diproyeksikan memperoleh laba bersih sebesar Rp15.978.592 untuk pempek kecil dan Rp5.599.737 untuk pempek kapal selam. Dengan demikian, anggaran laba rugi terbukti menjadi alat penting dalam perencanaan laba, pengendalian biaya, serta pengambilan keputusan strategis yang lebih terukur dan efisien. Anggaran berfungsi sebagai alat cost control yang memungkinkan pemilik usaha menekan pemborosan, serta sebagai decision support yang memberikan dasar rasional dalam menetapkan strategi penjualan maupun investasi usaha. Kata Kunci: anggaran operasional; pempek; perencanaan laba; UMKM
Stunting prevention nutrition education through marine fish processing training in Sukabumi Yoyoh Jubaedah; Neni Rohaeni; Nenden Rani Rinekasari; Heni Hernawati
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89996

Abstract

Stunting remains a serious nutritional problem in Indonesia, including in Sukabumi Regency, where the prevalence reaches 27%. In Cicareuh Village, Ciemas Subdistrict, there are still 14 cases of stunting among toddlers. In fact, this area has abundant marine fish resources that can be utilized as a source of high-quality animal protein. The low utilization of fish as a nutritious food source is due to the community's limited knowledge in processing it into varied and appealing products. This community service activity aimed to provide nutrition education and improve skills through training on the diversification of marine fish processing for mothers of toddlers. The implementation method used a learning-by-doing approach involving 20 participants (mothers of toddlers and PKK cadres). The material provided included nutrition counseling, demonstrations on the use of processing tools, and practical training on making fish balls, nuggets, and dim sum. The results of the activity demonstrated a significant increase in the knowledge and skills of the participants, as well as an interest in home-based culinary businesses, and the establishment of a network of cooperation with the village government. In conclusion, this program successfully improved nutrition literacy, supported stunting prevention, and created opportunities for family economic empowerment in coastal areas. Abstrak Stunting masih menjadi permasalahan gizi serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukabumi yang prevalensinya mencapai 27%. Desa Cicareuh, Kecamatan Ciemas, masih ditemukan 14 kasus stunting pada balita. Padahal, wilayah ini memiliki potensi sumber daya ikan laut yang melimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Rendahnya pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan bergizi disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam mengolahnya menjadi produk yang bervariasi dan menarik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi gizi sekaligus meningkatkan keterampilan melalui pelatihan diversifikasi olahan ikan laut bagi ibu balita. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan learning by doing dengan melibatkan 20 peserta (ibu balita dan kader PKK). Materi yang diberikan meliputi penyuluhan gizi, demonstrasi penggunaan alat pengolahan, serta praktik pembuatan bakso, nugget, dan dimsum ikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, muncul minat usaha kuliner rumah tangga, serta terbentuk jejaring kerja sama dengan pemerintah desa. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan literasi gizi, mendukung pencegahan stunting, serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi keluarga di wilayah pesisir. Kata Kunci: diversifikasi ikan laut; edukasi gizi; stunting

Page 1 of 30 | Total Record : 299