Dalam rangka membangun suatu budaya keselamatan dan ketahanan khususnya untuk generasi muda, Pengurangan Risiko Bencana perlu lebih lanjut dikembangkan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Sebanyak 113 negara di dunia sudah memasukkan Pendidikan Siaga Bencana ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di antaranya adalah Bangladesh, Iran, India, Mongolia, Filipina, Turkey, dan Tonga. Belajar dari pengalaman tentang kejadian bencana alam yang besar dan berbagai bahaya yang ada di Indonesia, maka dipandang perlu untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang Siaga Bencana di sekolah dan bagaimana menyelamatkan diri mereka saat bencana mengancam dan menghindari kecelakaan yang tidak perlu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sasaran yang ingin dicapai dengan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kewaspadaan (awareness) siswa dan komunitas sekolah dasar terhadap bahaya gempa bumi. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengetahuan siswa sekolah dasar sebelum memperoleh materi Pendidikan Siaga Bencana dan setelah memperoleh materi, (2) mengetahui tingkat pengetahuan orang tua siswa sebelum dan setelah memperoleh materi Siaga Bencana. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan sebab akibat antar variabel. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode survei, yaitu suatu metode yang menggunakan beberapa pertanyaan terstruktur untuk mendapatkan informasi secara spesifik. Hasil penelitian adalah terdapat peningkatan pengetahuan baik untuk siswa maupun orang tua siswa setelah diberikan materi pendidikan siaga bencana. Siswa antusias mempelajari siaga bencana dan dapat mempraktikkan kegiatan perlindungan diri dengan baik, sementara orang tua walaupun pengetahuannya tentang fenomena gempa bumi cukup baik tetapi tidak dipraktikkan di rumah.
Copyrights © 2009