Kurikulum geografi tahun 1994 memuat pokok bahasan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), dimana keduanya tidak pernah muncul pada kurikulum sebelumnya. Karena itu, guru-guru yang lulus sebelum tahun 1994 dipastikan tidak pernah mempelajari kedua materi tersebut. Kondisi ini berimplikasi kepada minimnya penguasaan materi SIG. Akibat dari kurangnya penguasaan materi SIG, sejumlah guru mengaku hanya menyampaikan materi tersebut sekedarnya saja atau terkadang dibahas hanya sepintas saja. Bahkan, ada guru yang hanya memberikan tugas pada peserta didik untuk membacanya saja tanpa diterangkan lebih jauh. Permasalahan yang dihadapi para guru geografi dalam kaitannya dengan SIG dapat dikelompokkan dalam dua aspek, yaitu aspek substansi SIG dan aspek cara atau metode penyampaian materi SIG pada peserta didik. Berdasarkan pada masalah yang dihadapi oleh para guru geografi, maka diperlukan suatu bentuk pelatihan yang dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep SIG dan keterampilan mengoperasikan SIG secara digital. Disamping itu perlu pula disampaikan model pembelajaran SIG yang sesuai untuk peserta didik tingkat SMA. Karena itu, metode atau pendekatan yang akan dilaksanakan adalah pelatihan dengan menggunakan metode ceramah dan praktikum. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam kurun waktu 8 bulan, dimana mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program. Kegiatan pelatihannya sendiri mengambil waktu pertemuan MGMP yang biasa dilaksanakan oleh guru-guru yang terhimpun dalam MGMP Geografi setiap seminggu sekali. Luaran kegiatan ini berupa Peta, artikel, modul SIG, model pembelajaran SIG, dan sertifikat pelatihan yang ditandatangani oleh ketua pelaksana pengabdian dan Ketua LPPM UPI.
Copyrights © 2013