Perilaku asertif adalah kemampuan mengomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan tanpa menyalahi, menghina dan meremehkan hak-hak pribadi dan orang lain. Fokus masalah adalah pentingnya seseorang untuk memiliki perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari agar mampu berkomunikasi dengan efektif dan jelas tanpa merasa diintimidasi dan berada di bawah kekuasaan orang lain. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bentuk pembinaan perilaku asertif yang diterapkan orang tua kepada anak, bentuk komunikasi interpersonal yang diterapkan dalam keluarga untuk pembinaan perilaku asertif. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus serta teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan triangulasi dengan responden berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan penting dalam pembentukan sikap asertif pada anak dan pembinaan tersebut harus diterapkan sejak masa kanak-kanak akhir dan remaja awal. Proses pembinaan asertif yang diterapkan oleh keluarga adalah dengan membangun komunikasi secara intensif, tegas, contoh yang baik (modelling), kontrol orang tua yang persuasif, saling menghargai dan adanya dukungan dari orang tua. Bentuk komunikasi interpersonal yang membantu pembinaan asertif adalah keterbukaan dalam komunikasi antar anggota keluarga meliputi komunikasi verbal dan non-verbal, saling menghargai dan menghormati, intensitas komunikasi yang dibangun dalam keluarga serta penerapan komunikasi setara. Faktor pendidikan, contoh yang baik (modelling), pengalaman dan kecakapan orang tua berkomunikasi seperti penggunaan bahasa, gerakan dan ekspresi wajah menjadi faktor pendukung lainnya dalam pembentukan perilaku asertif pada anak.
Copyrights © 2019