Latar Belakang: Bayi dan balita merupakan periode terpenting dalam tumbuh kembang, gangguan yang terjadi pada fase ini berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup individu. Faktor pendidikan, pendapatan orang tua, riwayat imunisasi, riwayat ASI, kondisi lingkungan sekitar dan gizi ibu saat hamil menjadi penyebab permasalahan tumbuh kembang bayi dan balita seringkali terjadi. Pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kolaborasi antara keluarga dan kader menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan orang tua serta latihan stimulasi pada anak bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak dan meningkatkan kognitif agar tercapai hasil tumbuh kembang yang optimal. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadap peningkatan pengetahuan orang tua dan kader mengenai tumbuh kembang bayi dan balita, pengaruh latihan stimulasi terhadap bayi dan balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang, dan terbentuknya komunitas sahabat tumbuh kembang keluarga sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program. Metode: Pengambilan data melalui wawancara, asesmen tumbuh kembang, dan data By Name By Address Desa Nambo. Kegiatan Fisioterapi dengan memberikan penyuluhan mengenai tumbuh kembang kepada orang tua dan kader, intervensi stimulasi tumbuh kembang pada bayi dan balita gangguan tumbuh kembang, dan pembentukan komunitas sahabat tumbuh kembang keluarga. Hasil: Peningkatan pengetahuan orang tua dan kader tentang tumbuh kembang, gangguan dan cara stimulasinya, kategori baik dalam tumbuh kembang bayi dan balita yang mengalami gangguan meningkat sebesar 53%, dan terbentuknya komunitas sahabat tumbang keluarga Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada orang tua dan kader setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, dan terdapat peningkatan signifikan pada bayi dan balita yang mengalami gangguan setelah diberikan intervensi.
Copyrights © 2026