Latar Belakang: Ojek online berperan penting dalam mobilitas masyarakat, namun pengemudinya rentan mengalami gangguan muskuloskeletal, salah satunya nyeri leher akibat posisi duduk statis dan postur tidak ergonomis. Aktivitas berkendara lebih dari 8 jam sehari dapat menimbulkan nyeri pada otot leher. Tujuan: Mengetahui hubungan antara lama berkendara motor dengan terjadinya nyeri leher pada pengemudi ojek online. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 55 pengemudi ojek online diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan palpasi untuk mendeteksi nyeri, lalu dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 67,3% responden berkendara lebih dari 8 jam per hari, dan mayoritas mengalami nyeri sedang hingga berat. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan korelasi positif signifikan antara lama berkendara dan nyeri leher (ρ = 0,518; p = 0,000). Kesimpulan: Lama berkendara motor berhubungan signifikan dengan terjadinya nyeri leher pada pengemudi ojek online. Edukasi ergonomi, istirahat, dan peregangan diperlukan sebagai upaya pencegahan.
Copyrights © 2026