Pengobatan penyakit infeksi cenderung membutuhkan antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak sesuai dengan prosedur pemakaian akan menyebaban terjadinya resistensi, maka diperlukan alternatif lain selain antibiotik. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan tradisional telah menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah daun waru (Hibiscus tiliaceus L.), yang memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin dengan potensi farmakologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan tanaman bahan alam daun waru serta cara pengolahannya yang aman dan efektif sebagai obat tradisional. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, demonstrasi, dan edukasi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat dalam menggunakan daun waru secara bijak. Edukasi seperti ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Pada akhir pelaksanaan diadakan evaluasi dan perbaikan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan proses yang ditunjukkan dengan kehadiran peserta mencapai 80%. Peningkatan pengetahuan sebesar 70% dan sebanyak 90% peserta telah memiliki pengetahuan dalam memilih obat tradisional yang aman digunakan.
Copyrights © 2025