Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi masyarakat miskin ekstrem di Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Nipa Maumere. Pendataan lapangan dilaksanakan pada 4–18 Juni 2025, mencakup tiga dusun: Habigete, Blatat, dan Bolawolon. Data awal diperoleh dari arsip resmi Kantor Desa Tanaduen, kemudian diverifikasi secara langsung melalui survei lapangan dengan pendampingan ketua RT di masing-masing wilayah. Kriteria miskin ekstrem (Desil 1) mengacu pada indikator nasional, meliputi jenis hunian, kepemilikan aset, pengeluaran bulanan, jenis pekerjaan, jumlah tanggungan anak sekolah, keberadaan anggota keluarga yang menderita penyakit kronis, sumber air minum, ketersediaan fasilitas buang air besar (BAB), serta dokumentasi foto rumah dan keluarga. Hasil pendataan menunjukkan 15 KK miskin ekstrem di Dusun Habigete, 23 KK di Dusun Blatat, dan 24 KK di Dusun Bolawolon, sehingga total terdapat 62 KK kategori Desil 1 dan 4 KK kategori Desil 2. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemiskinan ekstrem di Desa Tanaduen merupakan masalah struktural yang memerlukan intervensi terpadu, meliputi peningkatan kualitas infrastruktur dasar, perluasan akses pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025