Pernikahan usia dini masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia, termasuk di Kota Palembang, dengan dampak signifikan terhadap pendidikan, sosial, dan kesehatan mental remaja. Kurangnya pemahaman, tekanan budaya, serta ketidaksiapan emosional menjadi faktor utama yang mendorong pernikahan dini. Pendekatan psikologi positif dipercaya mampu memperkuat ketahanan mental remaja dalam menghadapi tekanan tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran diri, dan ketahanan psikologis remaja dalam mencegah pernikahan dini melalui edukasi berbasis psikologi positif. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 16 Kota Palembang dengan melibatkan 35 siswa usia 15–17 tahun. Pelaksanaan dilakukan melalui empat sesi interaktif yang mencakup pengenalan psikologi positif, refleksi diri, simulasi keputusan masa depan, dan kampanye mini. Evaluasi dilakukan dengan instrumen pre-test dan post-test, serta produk kampanye siswa. Terjadi peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 49% (pre-test) menjadi 87% (post-test), dengan peningkatan tertinggi pada aspek kemampuan menetapkan tujuan hidup (naik 39%). Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan menghasilkan produk kreatif yang menggambarkan komitmen untuk menunda pernikahan dini. Edukasi psikologi positif terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan mental remaja dan dapat menjadi strategi psikoedukatif preventif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025