Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan masih rendah di Indonesia, termasuk di Kota Palembang, meskipun metode ini terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan metode jangka pendek. Rendahnya tingkat pengetahuan, kekhawatiran akan efek samping, dan kurangnya pendampingan menjadi hambatan utama dalam adopsi MKJP di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat pasangan usia subur (PUS) terhadap penggunaan MKJP melalui pendekatan edukatif berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Plaju, Kota Palembang, selama dua bulan, melibatkan 40 peserta yang terdiri dari PUS, remaja calon PUS, dan kader KB. Metode pelaksanaan meliputi pre-test dan post-test, penyuluhan kelompok interaktif, pembagian media edukatif, pendampingan rumah tangga, serta pembentukan komunitas Sahabat KB. Terjadi peningkatan kategori pemahaman "baik" dari 35% menjadi 85% dan minat menggunakan MKJP meningkat dari 22% menjadi 67%. Komunitas Sahabat KB yang dibentuk dinilai aktif melanjutkan edukasi secara mandiri di lingkungan sekitar. Penyuluhan berbasis komunitas dan pendampingan langsung terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan minat terhadap MKJP. Pendekatan ini layak direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat capaian program KB nasional.
Copyrights © 2025