Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD) sebagai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Indonesia masih tergolong rendah, meskipun memiliki efektivitas tinggi dan manfaat jangka panjang. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan masih kuatnya mitos negatif di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat pasangan usia subur (PUS) terhadap penggunaan IUD melalui pendekatan edukatif berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Celikah, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dengan melibatkan 30 peserta PUS dan 5 kader Posyandu. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kelompok, diskusi, konseling individu, pelatihan kader, serta evaluasi pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan signifikan dalam kategori pengetahuan “baik” dari 20% menjadi 86,7% setelah edukasi. Sebanyak 70% peserta menyatakan minat terhadap penggunaan IUD. Kader menyatakan siap melanjutkan edukasi secara berkelanjutan dan pihak puskesmas berkomitmen membuka layanan pemasangan IUD rutin. Edukasi berbasis komunitas yang melibatkan kader terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan minat terhadap penggunaan IUD. Pendekatan ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan cakupan MKJP yang rendah.
Copyrights © 2025