Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak psikologis pada anak usia sekolah sebagai kelompok rentan. Anak terdampak bencana berisiko mengalami stres, kecemasan, penarikan diri sosial, dan gangguan konsentrasi. Keterbatasan anak dalam mengekspresikan pengalaman traumatis secara verbal memerlukan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan, salah satunya melalui terapi bermain (play therapy). Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Play Therapy Adventure: Petualangan Permainan untuk Anak Kuat bertujuan memperkuat resiliensi dan mendukung pemulihan psikososial anak melalui aktivitas menyanyi dan bermain puzzle. Metode yang digunakan adalah supportive education berbasis terapi bermain yang dilaksanakan pada 1–5 Desember 2025 di MI Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Kegiatan dilakukan oleh dosen Keperawatan Anak dan Maternitas bersama dua mahasiswa. Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi partisipatif, wawancara singkat, dan catatan reflektif fasilitator dengan analisis tematik. Hasil kegiatan menunjukkan empat tema utama, yaitu terbukanya ekspresi emosi melalui aktivitas menyanyi, peningkatan konsentrasi dan rasa percaya diri melalui puzzle, terbangunnya kembali interaksi sosial, serta penguatan konsep “Anak Kuat” sebagai bentuk resiliensi. Secara keseluruhan, intervensi ini efektif menurunkan perilaku pasif dan meningkatkan kesejahteraan psikososial anak pascabencana. Program ini layak direplikasi sebagai model dukungan psikososial berbasis komunitas.
Copyrights © 2026