Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada remaja di RW X Kelurahan MJ menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Surakarta. Penelitian ini bertujuan memetakan akar permasalahan kesehatan remaja serta merancang model intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran preventif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) yang dianalisis dengan Teori Ekologi Bronfenbrenner. Hasil asesmen menunjukkan rendahnya partisipasi remaja dipengaruhi oleh hambatan psikososial dan minimnya ruang aman bagi mereka. Intervensi dilakukan melalui program “Petualangan Menuju Menara Harapan” dengan metode games, psikoedukasi komunikasi orang tua-remaja, serta advokasi lintas sektoral. Hasil evaluasi menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman PHBS remaja (p=0,010) dan pola komunikasi orang tua (p=0,005). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun belum mencapai perubahan perilaku jangka panjang, intervensi ini efektif memberikan fondasi positif berupa peningkatan kenyamanan remaja dalam kegiatan kelompok dan pembukaan akses informasi mengenai Posyandu ILP. Keberlanjutan program sangat penting untuk membangun kesadaran kritis remaja sebagai agen preventif dalam siklus kesehatan masyarakat yang lebih luas.
Copyrights © 2026