Di Era transformasi digital, posisi remaja Indonesia sering kali terjebak sebagai konsumen pasif, dan mereka harus dituntut untuk berlaih dari sekadar konsumen menjadi penggerak ekonomi melalui jalur digitalpreneur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan kemampuan kemandirian remaja dapat mendorong transisi remaja menjadi seorang digitalpreneur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Lokasi dalam Penelitian ini terletak di Kecamatan Sidorame Barat II, Medan Perjuangan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variabel ketiga tersebut terhadap motivasi dan keinginan bisnis berbasis teknologi. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, dan dokumentasi. Peneliti menguji keabsahan data menggunakan uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemahiran teknis (literasi digital) tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan ketahanan dan inisiatif pribadi (kemandirian). Ada korelasi kuat yang menunjukkan bahwa kecakapan literasi digital harus dikaitkan dengan karakter kemandirian agar remaja mampu mengkonversi peluang digital menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Integrasi aspek ketiga ini menjadi kunci utama bagi generasi muda untuk mampu menciptakan nilai ekonomi baru dan lapangan kerja di ekosistem digital yang kompetitif.
Copyrights © 2026