Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis literatur mengenai penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang dipadukan dengan media Monopoli Digital dalam meningkatkan interaksi sosial dan keterampilan kolaborasi siswa sekolah dasar. Latar belakang kajian ini adalah semakin mendesaknya kebutuhan pembelajaran abad 21 yang menuntut kecakapan sosial, sementara karakteristik Generasi Alpha yang akrab dengan teknologi justru menunjukkan kecenderungan individualistis dan minim interaksi tatap muka. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani kesenjangan tersebut. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Artikel yang dianalisis berasal dari basis data terindeks seperti Scopus, Google Scholar, dan Crossref, diterbitkan dalam rentang tahun 2020 hingga 2026. Dari 142 artikel awal yang teridentifikasi, setelah melalui proses penyaringan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 18 artikel yang relevan untuk dianalisis secara mendalam.Hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi model TGT dengan Monopoli Digital terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan kompetitif sekaligus kolaboratif. Mekanisme turnamen dalam tim mendorong siswa berdiskusi, saling membantu memahami materi, serta mengelola konflik secara konstruktif. Sementara itu, media Monopoli Digital yang interaktif memfasilitasi negosiasi, pengambilan keputusan bersama, dan komunikasi multiarah, baik secara daring maupun luring. Temuan-temuan studi mengonfirmasi peningkatan signifikan pada indikator keterampilan kolaborasi seperti kerja sama, tanggung jawab bersama, dan kepedulian terhadap keberhasilan tim. Interaksi sosial siswa juga meningkat, tercermin dari frekuensi komunikasi yang lebih intens dan menurunnya perilaku menyendiri.
Copyrights © 2026