Desa Wisata Kasomalang Kulon, Kabupaten Subang, memiliki potensi lokal yang besar dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata melalui sektor pertanian nanas, budidaya jamur tiram, UMKM, perikanan, serta pemberdayaan masyarakat desa. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih rendahnya kemampuan pemasaran digital, pengelolaan usaha, edukasi kesehatan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi komunitas. Kondisi ini menjadi dasar pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal, edukasi kesehatan, penguatan kelembagaan desa, serta pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, implementasi kegiatan, evaluasi, dan monitoring tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi, pelatihan, sosialisasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada pelaku UMKM, kader posyandu, bidan desa, kelompok PKK, pengelola BUMDes, dan pemuda peduli lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan 64 perguruan tinggi dan 173 dosen dalam PKM Kolaborasi VII. Secara terukur, kegiatan berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelatihan dan pendampingan, serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemasaran digital, pengelolaan usaha, pola hidup sehat, dan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Selain itu, masyarakat menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap pengembangan potensi lokal dan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pembangunan desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026