Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi peran kemitraan dan strategi pemasaran dalam meningkatkan daya saing destinasi pariwisata di era digital, dengan fokus studi kasus di destinasi wisata Yogyakarta. Konsep kemitraan dijabarkan sebagai kolaborasi strategis antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal yang sinergis dalam pengembangan dan promosi destinasi wisata secara terpadu. Strategi pemasaran di era digital menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi informasi seperti media sosial, aplikasi mobile, dan big data analytics untuk menjangkau audiens global secara efektif dan personalisasi pengalaman wisatawan. Media sosial terbukti berpengaruh signifikan dalam memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan interaksi dengan calon wisatawan, serta membangun citra destinasi secara real time. Namun, digitalisasi juga menghadirkan tantangan seperti persaingan ketat, kebutuhan adaptasi teknologi, dan isu keamanan data, sekaligus membuka peluang inovasi dalam pengelolaan destinasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Studi kasus di Yogyakarta menunjukkan bahwa integrasi kemitraan yang kuat dengan strategi pemasaran digital adaptif mampu meningkatkan visibilitas dan daya saing destinasi secara signifikan di pasar global yang semakin digital.
Copyrights © 2025