An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026

Paradigma Dan Realitas Pluralisme: Konteks Dan Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk Indonesia

Prety Gracia Dara (Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia)
Agnes Dermarci Nuban (Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia)
Valen Febriani Dama (Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
07 Jun 2026

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang terangkum dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman ini merupakan identitas bangsa yang dapat menjadi kekuatan sekaligus tantangan jika tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan paradigma dan realitas pluralisme masyarakat Indonesia, serta menganalisis konteks dan peran strategis Pendidikan Agama Kristen dalam membangun harmoni dan persatuan nasional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma pluralisme di Indonesia berlandaskan pada nilai filosofis, hukum, dan sosial budaya yang menjunjung tinggi persatuan di tengah perbedaan. Namun, dalam realitasnya masih terdapat tantangan berupa sikap eksklusivisme, intoleransi, dan potensi konflik, meskipun di sisi lain tersimpan peluang besar berupa kekayaan budaya dan modal sosial. Pendidikan Agama Kristen memiliki posisi strategis sebagai wadah pembentukan iman dan karakter, sekaligus berfungsi menanamkan nilai toleransi, menangkal paham radikal, serta memperkuat integrasi bangsa. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan pendidikan agama yang inklusif, moderat, dan relevan dengan konteks masyarakat majemuk. Kata Kunci : Pluralisme, Masyarakat Majemuk, Pendidikan Agama Kristen, Toleransi, Persatuan Bangsa. Abstract Indonesia is known as a country with a rich diversity of ethnicities, religions, races, and cultures, encapsulated in the motto "Bhinneka Tunggal Ika" (Unity in Diversity). This diversity constitutes a national identity that can be both a strength and a challenge if not managed appropriately. This study aims to describe the paradigm and reality of pluralism in Indonesian society, and to analyze the context and strategic role of Christian Religious Education in building national harmony and unity. The method used is qualitative research with a literature review approach and conceptual analysis. The results of the study indicate that the paradigm of pluralism in Indonesia is based on philosophical, legal, and sociocultural values ​​that uphold unity amidst diversity. However, in reality, challenges remain in the form of exclusivism, intolerance, and potential conflict, although on the other hand, significant opportunities exist in the form of cultural richness and social capital. Christian Religious Education holds a strategic position as a forum for faith and character formation, while also functioning to instill values ​​of tolerance, counter radicalism, and strengthen national integration. This article is expected to contribute to the development of religious education that is inclusive, moderate, and relevant to the context of a pluralistic society. Keywords: Pluralism, Pluralistic Society, Christian Religious Education, Tolerance, National Unity.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

an-naba

Publisher

Subject

Description

An Naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun, didedikasikan untuk mempublikasikan hasil penelitian empiris, studi kasus, dan kajian teoretis di bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada integrasi ...