Kemiskinan ekstrem tetap menjadi salah satu tantangan sosial dan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu langkah yang diambil untuk menghadapi masalah ini adalah dengan memberdayakan dan mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana maksimalisasi pendampingan UMKM dapat berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan ekstrem di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif melalui program magang dengan keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas pemberdayaan UMKM, termasuk pendataan usaha, pendampingan legalitas, pelatihan kewirausahaan, sosialisasi program, serta dukungan pemasaran dan digitalisasi usaha. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan partisipasi aktif selama berlangsungnya kegiatan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa program pendampingan yang dilakukan melalui pelatihan keterampilan, pembinaan usaha, Kelompok Diskusi Kemitraan dan Pengembangan (KDKMP), serta layanan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM berhasil meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan pengetahuan para pelaku UMKM. Program tersebut juga menciptakan kesempatan untuk usaha mandiri, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses para pelaku UMKM terhadap informasi, jaringan usaha, dan pengembangan produk. Kerja sama antara pemerintah, pendamping, akademisi, dan pelaku UMKM pun memperkuat ekosistem usaha yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengoptimalan pendampingan UMKM berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Copyrights © 2026