Desa Lara merupakan salah satu desa di Kabupaten Luwu Utara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani nilam. Teknologi pengolahan tanaman nilam sampai menjadi minyak nilam di tingkat petani umumnya masih bersifat tradisional karena terbatasnya teknologi yang ada. Salah satunya pasca panen proses pencacahan tanaman nilam masih bersifat manual dengan menggunakan alat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pencacah nilam yang lebih efisien menggunakan pendekatan rekayasa nilai. Pendekatan yang digunakan yaitu rekayasa nilai dengan beberapa tahap diantaranya, tahap informasi yaitu mengumpulkan berbagai informasi seputar alat dan keinginan petani, lalu tahap kreatif dengan memunculkan 3 alternatif alat dan tahap analisa dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian. Matriks kelayakan untuk melakukan pertimbangan terhadap kriteria yang telah ditentukan untuk menyeleksi alternatif agar lebih memenuhi tujuan yang diinginkan, matriks evaluasi untuk memberikan penilaian pada kriteria yang berkaitan dengan desain produk. Pembobotan kriteria untuk menentukan kriteria yang diutamakan dengan mengunakan metode perbandingan berpasangan Analitycal Hierarchy Process (AHP) kemudian menghitung performansi dengan merengking tiap kriteria sehingga diperoleh alternatif I sebagai rangking dengan nilai performansi tertinggi.
Copyrights © 2025