Penelitian ini membahas mengenai perkembangan teknologi chatbot berbasis kecerdasan buatan telah mengubah lanskap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena silent classroom dalam pembelajaran PAI di era chatbot menganalisis faktor penyebab menurunnya keberanian siswa berinteraksi di kelas; dan menjelaskan implikasi fenomena tersebut terhadap interaksi sosial siswa dalam perspektif sosiologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di MTs Ma'arif Bangil dengan melibatkan 15 siswa, 4 guru PAI, dan 2 wakil kepala sekolah sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena silent classroom termanifestasi dalam tiga bentuk: keengganan bertanya, minimnya respons verbal terhadap stimulus guru, dan preferensi siswa mencari jawaban melalui chatbot secara individual. Faktor penyebab utama meliputi ketergantungan digital, kecemasan sosial yang meningkat, dan pergeseran pola komunikasi dari verbal ke tekstual. Dalam perspektif sosiologi pendidikan Islam, fenomena ini mengancam prinsip ta'aruf, tawashau bil haqq, dan ukhuwah yang menjadi fondasi interaksi edukatif Islami. Penelitian ini merekomendasikan model pembelajaran PAI integratif yang menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan penguatan interaksi sosial berbasis nilai-nilai Islam.
Copyrights © 2026