Permasalahan sampah organik rumah tangga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan peningkatan risiko penyakit berbasis lingkungan. Program TEBA (Tempat Olah Sampah Setempat) dikembangkan sebagai upaya pengelolaan sampah dari sumber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengelolaan sampah organik rumah tangga berbasis TEBA dalam menurunkan timbulan sampah serta risiko penyakit berbasis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik yang dilaksanakan pada Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan TEBA, sebanyak 66,6% responden menghasilkan sampah organik lebih dari 2 kg per hari, sedangkan setelah penerapan sebanyak 93,3% responden tidak lagi membuang sampah organik. Selain itu, perilaku pemilahan sampah meningkat dari 26,7% menjadi 100%. Penurunan timbulan sampah dan peningkatan pemilahan berimplikasi pada berkurangnya penumpukan sampah, bau, serta media berkembangnya mikroorganisme dan vektor penyakit. Dengan demikian, implementasi TEBA efektif dalam menurunkan timbulan sampah dan berkontribusi terhadap penurunan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Copyrights © 2026