Pengendalian jentik nyamuk merupakan salah satu strategi penting untuk memutus rantai penularan penyakit berbasis vektor. Daun allamanda mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin yang berpotensi menimbulkan efek larvasida. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas ekstrak etanol daun Allamanda cathartica L. terhadap mortalitas jentik nyamuk setelah 24 jam pajanan. Penelitian menggunakan desain observasi laboratorik dengan tipe post test-only non-equivalent control group. Ekstrak daun dibuat melalui maserasi etanol 99,8% dan diencerkan menjadi konsentrasi 5%, 15%, 25%, dan 35%; akuades digunakan sebagai kontrol negatif. Setiap kelompok berisi 23 jentik dan pengujian dilaporkan dilakukan tiga kali dengan hasil yang sama. Mortalitas jentik pada kontrol 0% dan konsentrasi 5% adalah 0%, konsentrasi 15% sebesar 8,70%, konsentrasi 25% sebesar 52,17%, dan konsentrasi 35% sebesar 100%. Regresi probit binomial menunjukkan hubungan dosis-respons yang kuat antara konsentrasi ekstrak dan kematian jentik, dengan estimasi LC50 sebesar 23,72%, LC80 sebesar 28,44%, dan LC90 sebesar 30,91%. Ekstrak daun allamanda menunjukkan aktivitas larvasida yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi, dengan konsentrasi 35% sebagai perlakuan paling efektif dalam kondisi penelitian ini.
Copyrights © 2026