Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons/PAHs) merupakan kelompok senyawa organik yang bersifat toksik, persisten, serta berpotensi menimbulkan efek mutagenik dan karsinogenik bagi organisme hidup. Keberadaan PAH di lingkungan perairan umumnya berasal dari aktivitas antropogenik, seperti pembakaran bahan bakar fosil, aktivitas industri, dan tumpahan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja metode kromatografi gas dalam analisis senyawa PAH melalui penentuan parameter waktu retensi, faktor kapasitas, jumlah pelat teoritis, dan linearitas metode. Analisis dilakukan menggunakan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID) terhadap tujuh senyawa standar PAH, yaitu Naphtalene, Acenaphthene, Phenanthrene, Fluoranthene, Pyrene, Benzo(a)anthracene, dan Perylene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh senyawa PAH dapat dipisahkan dengan baik dengan waktu retensi berkisar antara 4,83 hingga 24,05 menit. Nilai faktor kapasitas (k') berada pada rentang 0,799–6,240, sedangkan jumlah pelat teoritis menunjukkan efisiensi kolom yang baik. Uji linearitas pada rentang konsentrasi 0,5–20 ppm menghasilkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,991–0,999 yang menunjukkan hubungan linear yang sangat kuat antara konsentrasi analit dan respons detektor. Berdasarkan hasil tersebut, metode GC-FID yang digunakan memiliki performa yang baik dan layak diterapkan untuk analisis kuantitatif senyawa PAH pada sampel lingkungan, khususnya sedimen laut
Copyrights © 2026