Industri barbershop menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap layanan yang cepat, personal, dan berbasis digital. Sebagian besar sistem reservasi dan transaksi yang digunakan saat ini masih berfokus pada pencatatan operasional tanpa memanfaatkan data pelanggan sebagai sumber informasi strategis untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Framework Data-Driven Customer Analytics yang terintegrasi dengan sistem informasi reservasi dan transaksi guna meningkatkan kinerja operasional dan kualitas layanan pada usaha barbershop. Framework yang diusulkan memanfaatkan data reservasi, transaksi, frekuensi kunjungan, preferensi layanan, dan pola perilaku pelanggan untuk menghasilkan informasi analitik yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan framework, implementasi sistem, dan pengujian. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian fungsional menggunakan Black Box Testing serta analisis kinerja berdasarkan indikator operasional dan layanan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framework yang dikembangkan mampu mengintegrasikan data pelanggan secara efektif, menyediakan informasi analitik yang relevan bagi pengelola, meningkatkan efisiensi proses reservasi dan transaksi, serta mendukung penyusunan strategi layanan yang lebih tepat sasaran. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model customer analytics berbasis data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis barbershop di era transformasi digital. Kata Kunci: Customer Analytics, Data-Driven Framework, Sistem Informasi Reservasi, Sistem Transaksi, Barbershop, dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data.
Copyrights © 2026