Insulation Resistance (IR) merupakan parameter penting yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahan isolasi dalam menahan aliran arus listrik dengan memberikan hambatan tinggi terhadap aliran tersebut. Nilai IR yang rendah menunjukkan penurunan kualitas isolasi, yang dapat menyebabkan kebocoran arus dan berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem kelistrikan. Faktor-faktor yang memengaruhi penurunan IR antara lain suhu lingkungan, kelembapan udara, kondisi ruangan yang tidak memadai, serta akumulasi debu dan kotoran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data tahanan isolasi yang diukur antara rotor–body dan stator–body pada generator AC berkapasitas 3,6 MW di PLTA Siman, yang dikelola oleh PT PLN Nusantara Power UP Brantas Siman. Fokus utama penelitian adalah memprediksi sisa umur operasional generator unit 1 dan 3 berdasarkan data pengukuran IR dari tahun 2018 hingga 2024. Metode yang digunakan melibatkan pendekatan matematis untuk memodelkan tren penurunan nilai IR seiring waktu. Berdasarkan referensi bahwa umur desain generator umumnya mencapai 30 tahun, hasil analisis menunjukkan bahwa rotor dan stator pada generator 1 memiliki sisa umur sekitar 10 tahun lagi dari tahun 2024. Sementara itu, pada generator 3, rotor diperkirakan masih memiliki umur pakai sekitar 21 tahun, dan stator sekitar 22 tahun. Estimasi ini didasarkan pada asumsi load factor rata-rata sebesar 77%, yang mencerminkan tingkat pemanfaatan generator selama periode pengamatan.
Copyrights © 2026