Tinjauan pustaka ini menyelidiki pengembangan dan implementasi media pembelajaran matematika inovatif yang dirancang khusus untuk siswa tunanetra, dengan mengatasi tantangan pedagogis yang ditimbulkan oleh sifat visual konsep matematika. Metodologi pengajaran konvensional seringkali terbukti tidak efektif bagi siswa ini, menghambat penguasaan konsep abstrak, visualisasi spasial, dan manipulasi simbolik. Studi ini mensintesis temuan dari enam inisiatif penelitian yang berfokus pada paradigma pedagogi adaptif. Inovasi inti adalah pemanfaatan strategis materi taktil dan multisensori, yang menekankan tekstur, Braille, dan konfigurasi geometris timbul, yang memberdayakan siswa untuk mengeksplorasi dan memanipulasi konstruksi matematika melalui indra peraba mereka. Kemajuan utama meliputi alat bantu 3D untuk geometri ruang, buku Braille untuk bangun datar, manipulatif kayu untuk numerasi awal (misalnya, "Brama"), sistem Braille dan audio terintegrasi (misalnya, "Blind's Playpad"), dan papan koordinat Kartesius taktil (misalnya, PANDIKAR). Kemanjuran sumber daya ini sangat didukung oleh neuroplastisitas, di mana sistem saraf pusat individu dengan gangguan penglihatan mengompensasi defisit sensorik melalui jaringan saraf yang terorganisasi ulang dan pemrosesan yang ditingkatkan melalui sentuhan dan pendengaran. Adaptasi ini menjadikan masukan sensorik multimoda sangat diperlukan untuk konseptualisasi matematika yang mendalam. Akibatnya, instrumen adaptif ini berfungsi sebagai jembatan vital yang mendorong pemahaman konseptual matematika yang mendalam dan mandiri bagi siswa tunanetra.
Copyrights © 2025