Cooling tower banyak digunakan di industri sebagai sistem pendinginan air dengan memanfaatkan kontak langsung antara air dan udara. Proses pendinginan terjadi melalui pelepasan panas, terutama panas laten akibat penguapan air, yang sangat menentukan performansi cooling tower. Kinerja alat dipengaruhi oleh distribusi aliran air dan udara, sehingga diperlukan pemeliharaan untuk menjaga distribusi tetap merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan performansi cooling tower berdasarkan variasi sudut filler dan fan blade. Data diperoleh melalui pengukuran laju aliran air, temperatur air masuk dan keluar, kecepatan udara, serta temperatur bola basah lingkungan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan volume kendali untuk menentukan besarnya panas yang dilepaskan. Variasi sudut filler yang diuji adalah 90°, 100°, dan 110°. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut filler mempengaruhi kinerja cooling tower. Nilai efektivitas terendah diperoleh pada sudut tertentu, sedangkan pada sudut 110° menunjukkan kinerja terbaik dengan efektivitas sebesar 58,36%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aliran udara dari bawah ke atas sehingga proses pendinginan menjadi lebih optimal. Namun, peningkatan aliran udara juga menyebabkan kenaikan kehilangan air (drift loss) sebesar 120 m³/jam dan kebutuhan make-up water sebesar 212,616 m³/jam. Dengan demikian, variasi sudut filler dan fan blade berpengaruh signifikan terhadap performansi cooling tower, baik dari sisi efektivitas pendinginan maupun konsumsi air.
Copyrights © 2026