Pendidikan inklusi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama terkait rendahnya kompetensi guru dalam menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), penyusunan intervensi pembelajaran, serta penerapan strategi pembelajaran adaptif di kelas inklusi. Kondisi tersebut juga ditemukan pada guru TK Sivana Montessori yang mengalami kesulitan dalam memahami karakteristik ABK, menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI), dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun intervensi pembelajaran bagi ABK melalui pelatihan dan pendampingan pembelajaran inklusif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, pre-test, ceramah, diskusi, pelatihan penyusunan intervensi pembelajaran, simulasi pembelajaran inklusif, pendampingan, dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang guru TK Sivana Montessori. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran inklusif. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil post-test, kemampuan guru dalam menyusun PPI, serta meningkatnya kepercayaan diri guru dalam mengelola kelas inklusi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan ramah bagi seluruh anak usia dini.
Copyrights © 2026