Penelitian ini bertujuan mengkaji praktik pembelajaran kontekstual berbasis nilai Islam dan kearifan lokal di PAUD Nonformal Kabupaten Serang. Latar belakang penelitian berangkat dari memudarnya makna simbolik tradisi lokal dan meningkatnya pengaruh budaya digital pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, dengan subjek dua kepala sekolah dan enam guru dari dua PAUD Nonformal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, integrasi nilai Islam dan kearifan lokal lebih banyak hadir melalui hidden curriculum dibandingkan dokumen perencanaan formal; kedua, kegiatan seperti pawai Maulid, permainan tradisional, dan kunjungan ke alam menjadi ruang pedagogis untuk menanamkan nilai syukur, kebersamaan, kemandirian, dan kepedulian terhadap ciptaan Allah; ketiga, terjadi pergeseran makna tradisi akibat terbatasnya pemahaman guru terhadap simbol budaya serta dominasi media digital yang mengubah preferensi anak terhadap lagu, bahasa, dan aktivitas bermain. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru dalam memahami filosofi budaya serta penyusunan panduan pembelajaran berbasis etnopedagogi Islami agar nilai Islam dan kearifan lokal tetap relevan dan bermakna dalam pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026