Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran role model keluarga dalam mengembangkan kemampuan mengungkapkan bahasa anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 15 anak usia 5–6 tahun di TK Budi Utomo Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi data melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga, khususnya orang tua, memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan bahasa anak melalui tiga aspek utama, yaitu keteladanan dalam komunikasi, pemberian stimulus bahasa, dan dukungan dalam interaksi sehari-hari. Orang tua yang menggunakan bahasa sopan, responsif, serta memberikan pujian dan pendampingan mampu meningkatkan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Selain itu, kegiatan seperti membacakan cerita, bernyanyi, dan bermain kata turut memperkaya kosakata anak. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan berupa kurangnya konsistensi interaksi dan keterbatasan waktu orang tua, serta kepercayaan diri anak yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif dan berkelanjutan dari keluarga sebagai role model untuk mengoptimalkan perkembangan kemampuan berbahasa anak usia dini.
Copyrights © 2026