Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika komunikasi anak usia dini Generasi Alpha dalam konteks sosial dan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada 5 anak usia 5–6 tahun, 5 orang tua, dan 1 guru di KB-TK Siti Sulaechah 04 Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi anak berkembang dalam bentuk komunikasi hibrida, yaitu integrasi interaksi tatap muka dan interaksi digital. Media digital memengaruhi penggunaan bahasa, ekspresi verbal, dan kecenderungan imitasi konten digital, sedangkan interaksi langsung tetap menjadi fondasi utama perkembangan komunikasi interpersonal anak. Peran orang tua tampak melalui pembatasan durasi penggunaan gadget, seleksi konten, dan pendampingan komunikasi. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis melalui pengembangan konsep komunikasi hibrida dan scaffolding digital, serta memberikan implikasi praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mendampingi komunikasi anak di era digital.
Copyrights © 2026