Penelitian ini mengkaji implementasi strategi sekolah yang bertujuan menumbuhkan budaya literasi untuk meningkatkan minat siswa dalam membaca dan menulis di SD Inpres 57 Warbefor, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Dengan menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa sekolah menerapkan strategi literasi di tiga dimensi utama: (1) membangun lingkungan fisik yang ramah literasi melalui pojok baca, pajangan karya siswa, dan beragam bahan bacaan; (2) membina lingkungan sosial dan afektif melalui komunikasi yang harmonis dan keterlibatan orang tua; dan (3) mempromosikan lingkungan akademik yang melek huruf melalui kebijakan program literasi, rutinitas membaca 15 menit sebelum pelajaran, dan pengawasan rutin. Faktor pendukung meliputi kebijakan kepala sekolah, ketersediaan fasilitas, pemantauan rutin, dan komunikasi yang efektif. Sebaliknya, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, motivasi siswa yang rendah, pemahaman guru yang kurang optimal, dan dukungan orang tua yang tidak memadai. Dampaknya meliputi peningkatan minat siswa dalam membaca dan menulis, peningkatan partisipasi literasi, dan penguatan kolaborasi sekolah-orang tua. Skor kompetensi membaca siswa meningkat dari di bawah 40% (buruk) pada tahun 2024 menjadi 63,64% (sedang) pada tahun 2025.
Copyrights © 2026