Penelitian ini mengkaji integrasi filosofi Tri Dharma Raden Mas Said yang meliputi Rumangsa Melu Handarbeni (merasa ikut memiliki), Wajib Melu Hangrungkebi (wajib ikut membela), dan Mulat Sarira Hangroso Wani (berani introspeksi diri) ke dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat) di UIN Raden Mas Said Surakarta. Tujuan penelitian adalah: (1) memahami konsep filosofi Tri Dharma Raden Mas Said dalam perspektif pendidikan Islam; (2) menganalisis relevansi nilai-nilai tersebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi; dan (3) merumuskan strategi integrasi yang aplikatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap literatur serta dokumen institusional. Analisis data mengikuti model interaktif Miles & Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi). Hasil temuan menunjukkan bahwa filosofi Tri Dharma Raden Mas Said memiliki relevansi kuat dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan dapat memperkaya dimensi moral, kultural, dan spiritual dalam pendidikan tinggi Islam. Implementasi yang efektif memerlukan strategi struktural, peningkatan kapasitas sivitas akademika, dukungan kebijakan institusional, serta kolaborasi aktif antara kampus dan komunitas lokal. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum, penelitian partisipatif, dan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Tri Dharma; Kearifan Lokal; Perguruan Tinggi; Integrasi Nilai
Copyrights © 2026