Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan bahwa boras si pir ni tondi adalah media untuk penguatan jiwa. Serta meninjaunya dari perspektif teologis, khususnya secara biblis dan dogmatis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan wawancara terhadap jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar jemaat memahami boras si pir ni tondi sebagai simbol penguatan jiwa, doa, dan pengharapan akan berkat, namun masih terdapat sebagian yang memaknainya secara magis, seolah-olah beras tersebut memiliki kuasa di dalam dirinya. Secara teologis, praktik ini dapat diterima selama dipahami sebagai simbol yang menunjuk kepada Tuhan sebagai sumber berkat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa boras si pir ni tondi merupakan tradisi budaya yang memiliki nilai positif jika dimaknai secara benar. Penulis menyarankan agar gereja HKI Perawang memberikan pembinaan iman yang lebih mendalam kepada jemaat, sehingga tradisi ini tetap dilestarikan tanpa menyimpang dari ajaran iman Kristen.
Copyrights © 2026