Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model konseling kelompok berbasis konsep Wahdatul Wujud Ibnu Arabi sebagai literasi Al-Qur’an dalam rehabilitasi spiritual narapidana. Berbeda dengan pendekatan pembinaan keagamaan yang sepanjang ini cenderung menekankan aspek ritualistik serta kuantitatif, penelitian ini menitikberatkan pada internalisasi arti spiritual sebagai bawah transformasi sikap. Penelitian memakai pendekatan kualitatif tematik dengan partisipan yang terdiri dari dua kelompok partisipan (masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang secara purposive) dan dua pembina, yaitu Bapak Hermawan dan Ibu Nurul. Metode pengumpulan informasi lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwokerto. Hasil penelitian menampilkan bahwa konseling kelompok berbasis Wahdatul Wujud Ibnu Arabi dapat meningkatkan pemahaman diri, memperdalam pemaknaan terhadap Al-Qur’an, dan mentransformasi bukti diri narapidana dari orientasi kriminal ke arah pemahaman spiritual yang lebih reflektif. Dinamika kelompok teruji menguatkan empati, keterbukaan emosional, serta sokongan sosial antar narapidana. Dengan demikian, model ini menawarkan pendekatan rehabilitasi berbasis psikospiritual yang lebih integratif dalam mencegah residivisme serta memulihkan martabat kemanusiaan. Konseling kelompok berbasis Wahdatul Wujud Ibnu Arabi berkontribusi secara praktis sebagai pendekatan rehabilitasi spiritual narapidana dengan mengintegrasikan literasi Al-Qur’an untuk menumbuhkan kesadaran kesatuan eksistensial dengan Tuhan, sehingga memperkuat refleksi diri, makna hidup, dan transformasi perilaku.
Copyrights © 2026