Pencemaran logam berat seperti timbal (Pb) dalam perairan dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu metode yang efektif untuk mengurangi pencemaran logam berat adalah adsorpsi menggunakan biochar berbasis biomassa limbah organik. Kulit terong belanda Solanum betaceum berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biochar karena mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan adsorpsi biochar kulit terong belanda terhadap ion Pb serta mengoptimasi kondisi adsorpsi menggunakan metode Taguchi L9. Biochar dibuat melalui proses pirolisis pada suhu 350°C, 400°C, dan 450°C, kemudian dikarakterisasi melalui analisis kadar air, kadar abu, bilangan iodin, dan morfologi permukaan menggunakan SEM-EDS. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi pH, waktu kontak, dan konsentrasi Pb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar memiliki kadar air dan kadar abu yang memenuhi standar SNI, dengan nilai bilangan iodin sebesar 761,4 mg/g yang menunjukkan kemampuan adsorpsi yang baik. Kondisi optimum adsorpsi diperoleh pada pH 4, waktu kontak 120 menit, dan konsentrasi Pb 100 ppm dengan konsentrasi Pb akhir <0,03 ppm. Biochar kulit terong belanda terbukti efektif menurunkan konsentrasi Pb hingga di bawah baku mutu air sehingga berpotensi diaplikasikan sebagai adsorben yang ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam pengolahan limbah logam berat.
Copyrights © 2026