Penelitian ini membahas tentang pentingnya penanganan sampah plastik di SMP Negeri 26 Banjarmasin sebagai upaya dalam membentuk karakter kewarganegaraan ekologis melalui kebijakan sekolah yang mendorong gaya hidup berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan ketua Adiwiyata, pengelola lingkungan, dan siswa. Penelitian menunjukkan bahwa program tersebut dijalankan dengan menggabungkan materi tentang bahaya plastik ke dalam RPP mata pelajaran IPS dan BK, serta melakukan pengawasan secara terus-menerus seperti memeriksa tumbler secara rutin dan melarang penggunaan plastik di kantin. Akibatnya, kesadaran lingkungan para siswa mulai berkembang, terlihat dari munculnya usaha-usaha mereka dalam menjaga kebersihan sekolah, meskipun tingkat kemandirian masing-masing siswa masih berbeda-beda. Namun, penelitian ini mengungkap beberapa tantangan utama, yaitu faktor internal siswa yang sering lupa membawa wadah sendiri, perbedaan karakter siswa yang beragam, serta kurangnya keselarasan dalam pembiasaan di lingkungan rumah yang menghambat konsistensi perilaku siswa saat berada di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan sekolah yang terorganisasi secara baik adalah faktor utama dalam mengubah cara siswa mempergunakan sumber daya menuju kehidupan yang lebih ramah lingkungan.
Copyrights © 2026