Salah satu gagasan kunci dalam mendorong kerja sama antaragama dalam masyarakat pluralistik adalah moderasi keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki gagasan moderasi keagamaan, penerapannya dalam kehidupan sosial masyarakat pluralistik, dan fungsinya dalam kerja sama antaragama. Dengan menganalisis buku, artikel jurnal, dan materi ilmiah yang berkaitan dengan subjek moderasi keagamaan dan hubungan antaragama, penelitian ini menggunakan metodologi studi literatur kualitatif deskriptif. Menurut temuan penelitian, moderasi keagamaan berfungsi sebagai pola pikir keagamaan yang adil, tidak memihak, dan inklusif yang dapat mendorong pemahaman, komunikasi, dan kolaborasi antaragama. Selain itu, moderasi keagamaan memberikan landasan moral untuk menahan ekstremisme dan intoleransi, yang dapat merusak kohesi sosial. Saling menghormati, komunikasi antaragama, dan pengabdian pada cita-cita nasional adalah contoh bagaimana moderasi keagamaan diimplementasikan dalam masyarakat pluralistik. Oleh karena itu, mencapai eksistensi antaragama yang harmonis, damai, dan beradab membutuhkan moderasi keagamaan.
Copyrights © 2026